Sign In

Blog Wisata

Terbaru
Ciamis Punya Kampung Nila, Cocok untuk Wisata Edukasi

Ciamis Punya Kampung Nila, Cocok untuk Wisata Edukasi

Ternyata di Ciamis ada kampung wisata edukasi yaitu Kampung Nila. Sebutan itu disematkan pada Dusun Banjarwaru, di Desa Kawali karena hampir semua warganya melakukan budidaya ikan nila.

Secara topografi, Kawali berada di kaki Gunung Sawal yang otomatis terdapat air yang melimpah, sehingga cocok untuk usaha budidaya ikan. Banyak warga yang memiliki kolam ikan dan menjadikannya sebagai sumber mata penceharian.

Pembudidayaan nila di Dusun Banjarwaru ini digagas oleh Bapak Iim Galapermana. Beliau yang memiliki basic perikanan meilhat potensi yang dapat dikembangkan disana. Hal ini disambut baik oleh warga untuk ikut serta dalam pembudidayaan ikan.

Landscape Kampung Nila, Dusun Banjarwaru, Kawali. (Foto BP2D Ciamis)

Budidaya ikan nila diawali pada tahun 2019. Mulanya, budidaya ikan nila hanya dilakukan di beberapa kolam saja, sampai akhirnya menjalin kerjasama dengan warga dan membentuk Pokdakan yang kepanjangan dari Kelompok Pembudidaya Ikan.

Pokdakan Pulaka Cikerta lebih tepatnya sudah memiliki 80 kolam di Dusun Banjarwaru. Mereka juga menjalin kerjasama dengan desa sekitar seperti Cipaku, Lumbung dan Rajadesa.

“Hampir 90% warga di Dusun Banjarwaru sudah bergabung dalam pembudidayaan ikan. Mereka dilatih dan ditanamkan prinsip KPK yang berarti kemauan, pemahaman dan kedisiplinan” Ujar Iim.

Pemberian Pakan menggunakan Automatic Feeder di Kampung Nila (Foto : BP2D Ciamis)

Nila adalah jenis ikan yang mudah untuk di budidayakan. Perawatannya pun tidak rumit seperti ikan gurame. Di Kampung Nila, jenis ikan nila yang dibudidayakan tidak dibatasi, mereka menganggap semuanya sama saja.

Selain itu, sistem budidaya yang diterapkan disana sudah modern. Beberapa kolam sudah dilengkapi dengan automatic feeder yang bisa di control menggunakan telepon genggam. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ikan nila yang teratur.

“Ikan nila dipanen setiap 3 bulan sekali. Kami sudah menerapkan program setiap hari menebar bibit dan setiap hari juga memanennya dengan ukuran atau usia sesuai kebutuhan pasar”. Tandas Iim.

Potensi Budidaya Ikan Nila yang Menguntungkan

Kampung Nila memiliki potensi yang masih terus di kembangkan. Hampir 10 Ha. Lahan nantinya akan digarap untuk budidaya. Ladang sawah yang ada disanapun akan dijadikan mina Padi.

Perkembangan budidaya ikan nila disana sudah sangat terstruktur dan telah membentuk Kelompok Pengolahan dan Pemasar (Poklahsar) didampingi oleh Penyuluh Perikanan Lapangan, Ahmad Sobari. Selain itu, Kampung Nila juga memiliki pasar ikan sebagai tempat penjualan.

Ikan yang satu ini dijuliki ikan dengan zero waste karena semua bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan. Ini menjadi keuntungan bagi setiap petani ikan nila. Beliau juga mengatakan permintaan ikan nila yang sangat tinggi. Untuk Kampung Nila sendiri sudah mencapai 1,7 Ton perhari dan baru bisa dipenuhi sebanyak 3 kwintal saja.

“Ikan nila dikatakan zero waste karena seluruhnya dapat dimanfaatkan. Sudah tentu dagingnya untuk konsumsi, tulangnya jadi tepung ikan, kulitnya dibuat kerupuk, isi perutnya dibuat pakan, kepala jadi bahan cilok dan sisitnya dibuat kerajinan.” Ujar Ahmad Sobari.

Poklahsar bahu membahu mengolah dan memasarkan ikan, sampai akhirnya menjadi penyuplai makanan dan minuman di Saung Sawala dan sudah memiliki katering. Bahkan Poklahsar sendiri sudah siap menerima pesanan seperti untuk acara pernikahan dan acara lainnya.

Saung Sawala, Lesehan Ikan Nila di Kampung Nila, Kawali (Foto : BP2D Ciamis)

Untuk wisata sendiri, berkunjung ke Kampung Nila ini menjadi salah satu daya tarik baru di Ciamis. Wisatawan akan di dampingi dalam mengenal budidaya ikan dari mulai tebar sampai panen sehingga bisa menjadi ilmu yang luar biasa manfaatnya untuk diterapkan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.