Sign In

Blog Wisata

Terbaru
Galuh Heritage: Tradisi Ngikis Di Situs Gunung Padang

Galuh Heritage: Tradisi Ngikis Di Situs Gunung Padang

visitciamis.com Ngikis Situs Gunung Padang merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan pada event Mapag Ramadhan yang dilaksanakan pada pada hari Rabu (06/03/2024). Ngikis telah menjadi tradisi turun temurun untuk menyambut bulan suci ramadahan di Kabupaten Ciamis.

Situs ini merupakan sebuah hutan lindung yang memiliki objek peninggalan purbakala yang oleh masyarakat setempat dinamakan pangcalikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Sindangkasih, beberapa OPD terkait, para tokoh adat, tokoh agama, para budayawan, serta undangan lainnya.

Makna dari Tradisi Ngikis adalah memagari diri dan mengganti perbuatan yang tidak baik menjadi lebih baik. Sehingga pada saat melaksanakan ibadah puasa sudah dalam keadaan bersih. Tradisi ini sebagai ajang silaturahmi sesama warga dan saling memaafkan.

Tradisi Ngikis adalah kegiatan mengganti pagar bambu di Situs Gunung Padang. Situs tersebut konon merupakan peninggalan Kerajaan Galuh. Tradisi ini digelar setahun sekali menjelang Bulan Ramadan, sudah dilaksanakan turun-temurun.

Tradisi ngikis dimulai dengan ritual tawasulan di makom Eyang pusaka galuh, Ki Ajar Sukaresi. Setelah itu, rombongan dan warga duduk bersama dan mengikuti doa bersama. Rombongan pejabat dan budayawan kemudian menuju Situs Gunung Padang diikuti warga yang hadir.

Rombongan dan masyarakat kembali ke halaman situs dan mengikuti acara seremonial Ngikis. Selanjutnya diakhiri dengan pertunjukan seni budaya dan diakhiri makan bersama atau botram. Terlihat masyarakat antusias mengikuti tradisi tersebut.

Tradisi ini sebagai bentuk pelestarian budaya yang rutin dilakukan oleh masyarakat Karangkamulyan. Sehingga tradisi ini bisa terus dilestarikan dan dilaksanakan setiap tahun. Sampai saat ini, Gunung Padang masih bisa dilihat dan menjadi tempat ziarah yang banyak dikunjungi.

Situs Pangcalikan Gunung Padang merupakan peninggalan purbakala yang berhubungan dengan bentuk sistem religi masyarakat masa lampau. Pengembangan sektor pariwisata sebaiknya memperhatikan faktor lingkungan dan makna simbolis yang berkaitan dengan religi masa lampau.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *