Sign In

Blog Wisata

Terbaru
Ramadhan Semakin Dekat? Ini Agenda Festival Mapag Ramadhan Menyambut Bulan Suci di Ciamis. Simak Ulasannya!

Ramadhan Semakin Dekat? Ini Agenda Festival Mapag Ramadhan Menyambut Bulan Suci di Ciamis. Simak Ulasannya!

visitciamis.com. Menjelang bulan suci ramadhan tahun ini yang menyisakan kurang dari 20 hari, Kabupaten Ciamis akan melaksakan Festival Mapag Ramadhan menyambut datangnya bulan ramadhan. Tercatat, ada beberapa acara adat yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan.

Masyarakat Ciamis secara turun temurun melaksanakan tradisi mapag ramadhan sebelum datangnya bulan suci. Tujuannya adalah membersihkan diri, saling bermaaf-maafan dan berdo’a meohon kelancaran selama ibadah puasa.

Uniknya, masyarakat Ciamis mengadakan acara adat menjelang ramadhan dengan mendatangi situs-situs yang ada di daerahnya. Mereka beranggapan bahwa dengan datang dan berdo’a bersama di tempat yang sakral selain menghormati jasa leluhur juga sebagai bentuk pelestarian budaya.

Dinas Pariwisata Kab. Ciamis bersama Disbudpora Kab. Ciamis, BP2D Ciamis serta pemerintah desa dan masyarakat adat setempat bahu-membahu mensukseskan Festival Mapag Ramadhan tahun ini. Berikut ini visitciamis.com akan mengulas acara adat dalam Festival Mapag Ramadhan. Simak ulasannya!


1. Merlawu

Sumber : visitciamis.com

Merlawu merupakan tradisi warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Desa Kertabumi Ciamis. Tradisi ini merupakan suatu kegiatan masyarakat untuk mengingat jasa para leluhur Desa Kertabumi dengan cara berziarah ke makam leluhur tersebut.

Selain itu, Merlawu diartikan sebagai waktu untuk membersihkan diri dimana masyarakat yang hadir saling meminta maaf sebelum datangnya bulan suci Ramadhan atau biasanya disebut dengan acara munggahan. Merlawu juga dijadikan sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat yang sama-sama hadir.

2. Ngikis, Situs Karangkamulyan

Sumber : visitciamis.com

Ngikis di Situs Budaya Ciungwanara Karangkamulyan adalah salah satu tradisi rutin yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Secara harfiah Ngikis berarti memagar, pada masa lalu Ngikis lebih bersifat fisik yakni mengganti pagar singgasana Raja di Situs Pangcalikan dan secara filosofis berarti memagari diri kita dari sifat-sifat negatif.

Dalam tradisi ini, warga dari berbagai daerah datang sembari membawa bambu untuk memagari singgasana raja. Ngikis diawali dengan penyambutan tamu kehormatan yang dilakukan oleh Ki Lengser. Setelah itu dilanjutkan dengan acara inti di Situs Pangcalikan atau Singgasana Raja untuk mengulas kembali napak tilas para sesepuh Sunda Galuh.

Dalam Tradisi Ngikis juga dilakukan tabur bunga di atas Batu Pancalikan. Kemudian setiap orang yang melakukan penaburan bunga diawali dengan membaca doa terlebih dahulu dengan tujuan untuk mendapat ridha dan keberkahan dari Allah SWT.

Sementara itu warga yang sebelumnya berkumpul, serentak makan bersama di bawah pohon rindang yang ada di kompleks situs Ciungwanara. Mereka menggelar tikar, duduk bersama serta saling bertukar makanan.

3. Nyekar

Sumber : visitciamis.com

Setiap menjelang bulan Ramadhan, biasanya banyak tradisi yang dilakukan oleh umat Islam. Salah satunya yaitu berziarah ke makam keluarga atau nyekar. Tradisi ini adalah bukti penghormatan pada leluhur terutama yang ada di situs.

Disamping mendoakan, tradisi Nyekar biasanya diiringi dengan pentas seni budaya seperti Karinding, celempung, kacapian dan lainnya sebagai bagian dari upaya pelestarian seni budaya

Menjelang Ramadhan biasanya warga berziarah ke beberapa tempat pemakaman di Ciamis untuk melaksanakan tradisi Nyekar. Selain mendoakan keluarga mereka yang telah tiada, tradisi ini juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam.

4. Misalin

Sumber : visitciamis.com

Misalin merupakan tradisi unik menjelang bulan Ramadhan yang dilaksanakan secara turun temurun masyarakat Desa Cimaragas. Misalin berupa upacara adat yang digelar di area situs Bojong Salawe. Tradisi Misalin ini juga dikenal dengan tradisi Mapag Ramadhan.

Misalin dalam istilah kesundaanya adalah “gentos anggoan” atau secara harfiah berarti melakukan pergantian dari yang buruk ke arah yang baik menuju kesejahteraan hidup lahir dan batin.

Ritual Misalin diawali dengan membersihkan makam Sang Hyang Maharaja Cipta Permana Prabudigaluh Salawe, yang merupakan leluhur warga Galuh dan Raja Galuh Pangauban Gara Tengah. Kemudian dilanjutkan dengan tawasul, mendoakan. Berikutnya mereka saling bersalaman, sebagai simbol saling memaafkan.

Kegiatan lainnya yakni beberapa anak dimandikan oleh sesepuh, sebagai simbol membersihkan diri. Air yang dipakai untuk mandi, diambil dari 7 sumber mata air yang keseluruhannya berada di sisi Sungai Citanduy.

5. Nyepuh

Sumber : visitciamis.com

Nyepuh merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam menyebarkan agama islam di Desa Ciomas. Kegiatan yang dilaksanakan seminggu sebelum bulan suci ramadhan menjadi teladan bagi generasi muda untuk menghormati yang lebih tua dan menerapkannya dikemudian hari.

Tradisi nyepuh bertujuan membersihkan dosa dan mensucikan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan dengan membersihkan, nyekar serta berdoa bersama di makam leluhur di kampung tersebut.

6. Nadran

Sumber : visitciamis.com

Tradisi Nadran biasanya dilakukan pada saat menyambut bulan Ramadhan, dilakukan dengan berziarah ke Situs Makam Keramat Buyut Mangun Tapa untuk menghormati jasanya yang telah menyebarkan Agama Islam di wilayah Baregbeg dan sekitarnya.

Tradisi ini pada intinya menjadi salah satu pengirim doa kepada orang tua atau keluarga yang telah tiada. Tujuan lainnya yaitu merawat dan membersihkan makam, sambil menabur bunga. Disamping itu, Nadran bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, dan sebagai ajang bermaaf-maafan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan agar dapat melakukan ibadahnya dengan baik.

7. Mupunjung

Tradisi Mupunjung merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Jelat dalam upaya menghormati para leluhur serta senantiasa menjalin kerukunan dalam hidup bermasyarakat, keakraban dan solidaritas. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum bulan suci Ramadhan.

Mupunjung biasa dilaksakan di Situs Mbah Sindu Wangsa yang semasa hidupnya berjasa menyebarkan agama di Desa Jelat. Berkat jasanya, masayarakat disana sangat menghormati dan menjadikannya sebagai teladan.

8. Ngikis, Situs Singaperbangsa

Sama halnya dengan tradisi Ngikis di Situs Karangkamulyan, menyambut bulan suci Ramadhan juga dilakukan masyarakat Kecamatan Cisaga. Bedanya, Ngikis yang dilaksanakan masyarakat Cisaga bertempat di Situs Singaperbangsa.

Masyarakat percaya akan arti filosofis Ngikis yaitu kesiapan diri untuk mensucikan hati dan jiwa menyambut datangnya bulan suci. Tradisi ini diawali dengan ritual di makam leluhur Singaperbangsa kemudian ditutup dengan penampilan tari dari siswa TK hingga SMA di kecamatan Cisaga.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *